Motivasi hidup

Motivasi hidup

*MOTIVASI  KEHIDUPAN*

Jangan pernah menyerah, semua ada solusi dalam hidup dan Allah berikan jawaban dari setiap masalahmu.
Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah,

✅Kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,”
(QS. Ar-Ra’d:11).

✅Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“
(QS. Al-Baqarah: 216).

✅Kita pasti sanggup

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
(QS. Al-Baqarah: 286)

✅Ada kemudahan bersama kesulitan

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,”*
(QS. Al-Insyirah: 5-6)

✅Takwa dan tawakallah agar Solusi Selalu Ada diberikan Allah.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,”
(QS. Ath-Thalaq: 2-3).

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya”
(QS. ath-Thalaaq:4).

✅Hadapi setiap Masalahnu Dg Sabar Dan Sholat

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 155).

✅Saat Kebingungan Melanda Maka Ingatlah Allah Agar Hatimu Tenang dan Mampu Menyelesaikan Masalah.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”
(QS ar-Ra’du:28).

✅Tenangkan jiwamu Dalam Menghadapi Kehidupan ini Dg Tadabur Alquran

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”
(QS Yuunus:57).

✅Disaat Kesempitan dan ada masalah lalu kita berani bersedekah ini keyakinan iman yg kuat.

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
(QS Surat At-Talaq Ayat 7 )

Sumber : Al-QURAN

Sehat jiwa dan raga Indonesia

Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

*MURID BERTANYA PADA GURUNYA*

“Guru, saya tahu bahwa Alloh menciptakan manusia sebagai makhluk yg paling sempurna karena hanya manusia yang dikaruniai nafsu, akal dan hati dalam satu tubuh. Yg ingin saya tanyakan, kesempurnaan apalagi yang ada pada manusia?”

Sang guru menjawab, “Muridku, Lihatlah dirimu. Bukankah Alloh meletakkan otak lebih tinggi daripada mata? Itu berarti engkau harus lebih banyak berpikir daripada melihat. Berapa banyak ayat yg difirmankan Alloh yg menyebutkan bahwa mengapa manusia tidak berpikir, atau menyebutkan bahwa kebesaran Alloh hanya dipahami oleh org yg berakal.

Lihatlah dirimu, mata lebih tinggi daripada telinga. Itu berarti engkau harus lebih banyak melihat daripada mendengar. Bukankah banyak ayat yang difirmankan Alloh bahwa banyak manusia yang tidak melihat kebesaran Alloh.

Atau lihatlah langit apakah engkau melihat ada yg retak?

Lihatlah dirimu. Mulutmu terletak lebih rendah daripada telinga. Itu berarti engkau harus lebih sedikit berbicara, lebih banyak mendengar. Karena mulut sebagai sumber penyakit, baik fisik maupun hati.

Lebih baik engkau mendengar nasehat orang atau mendengar lantunan ayat suci. Atau gunakanlah mulutmu untuk mengingat Alloh, atau membaca ayat suci, atau untuk saling menasehati.

Itulah sebabnya mengapa kepala berada diposisi paling tinggi dan nafsu berada di posisi paling rendah. Di antaranya ada hati yang bolak-balik antara keburukan dan ketakwaan. Maka gunakanlah hatimu untuk memahami ayat – ayat Alloh,  jika engkau ingin menjadi hamba – Nya yang bertakwa. Maka manakah yang akan engkau pilih, berjalan tegak dengan kepala di atas, dengan banyak menggunakan akalmu ataukah berjalan dengan kepala sejajar dengan nafsumu, seperti binatang ternak, karena engkau mengutamakan nafsumu daripada akalmu?”

Maka sang muridpun menunduk dan menyadari bahwa selama ini tak pernah terpikirkan olehnya mengapa kepalanya berada di posisi paling tinggi dan nafsunya berada di posisi paling rendah.

Semoga kita senantiasa dijaga oleh Alloh dalam setiap langkah dan diberikan saudara dan sahabat yang baik sholeh dan sholehah

Semoga setiap langkah kita selalu dibimbing oleh Alloh hingga bahagia dunia akherat itu nyata buat kita.

Semoga kita bisa terus mensyukuri nikmat dan diberi kekuatan Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Selamat beraktivitas, jangan lupa selalu beristighfar atau bersholawat apapun aktifitas yg sedang kita lakukan.

TAHUKAH ANDA?

TAHUKAH ANDA?

.

Tahukah anda bahwa di dalam hidup ini ada 3 perkara yang

patut direnungkan, yaitu :

.

Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak bisa kembali :

1. Waktu,

2. Kata-kata,

3. Kesempatan

==

Ada 3 perkara yang dapat menghancurkan hidup seseorang :

1. Kemarahan,

2. Keangkuhan,

3. Dendam

==

Ada 3 perkara yang tidak boleh hilang :

1. Harapan,

2. Keikhlasan,

3. Kejujuran

==

Ada 3 perkara yang paling berharga :

1. Kasih Sayang,

2. Cinta,

3. Kebaikan

== Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak pernah pasti :

1. Kekayaan,

2. Kesuksesan,

3. Mimpi

==

Ada 3 perkara yang membentuk watak seseorang :

1. Komitmen,

2. Ketulusan,

3. Kerja keras

.

Ada 3 perkara yang membuat kita sukses :

1. Tekad,

2. Kemauan,

3. Fokus

==

Ada 3 perkara yang tidak pernah kita tahu :

1. Rezeki,

2. Umur,

3. Jodoh

==

TAPI, ada 3 perkara dalam hidup yang PASTI :

1. Tua,

2. Sakit

3. Kematian.

==

Ya Allah ( ﺍﻟﻠﻪ ), orang yang membaca 3 perkara ini adalah

orang yang sholeh, kuat, sabar.

Sayangilah dia serta kasihilah dia. Tolong bantu tingkatkan

kehidupannya, mudahkan rejekinya, sehatkan badannya.

Jika dia melangkah, selamatkanlah dia, mudahkan langkahnya

.

.

Aamiin

​Inilah 10 Jurus yang membuat rezeki menghampiri

1. Taqwa

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal

Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat

Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah

Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang

Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi

Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)

disamping cara cara diatas hendaknya kita saling berbagi, akan ilmu yang kita miliki yuk share 10 jurus ini keteman-teman kita. semoga bermanfaat.

Semoga Allah SWT kabulkan segala hajat kita ditahun ini, Aamiinn..

Demikian Artikel 10 Jurus yang membuat rezeki selalu menghampiri kita. 

Silahkan Share Artikel Ini, Semoga Menjadi kebaikan dan pahala untuk anda  .

Keutaman Shodaqoh

​Keutamaan Shodaqoh

Label: Shodaqoh
Nabi SAW bersabda : “Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil”. (Muttafaq ‘Alaih)
Abu Umamah R.A, Nabi SAW bersabda : “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu”. (HR. Muslim)
Abu Hurairah R.A, ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah SAW bersabda : “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris)”. (HR. Bukhari-Muslim)
Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda : “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah SWT akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah SWT, AllahSWT akan mengangkat (derajatnya)”. (HR. Muslim)
Abu Hurairah R.A, berkata bahwa Nabi SAW bersabda : “Ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Curahkanlah ke kebun Fulan’ Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah. Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya. Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung, Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menanyakan nama saya?” Orang itu berkata, “Saya telah mendengar suara dari balik awan, ‘Siramilah tanah Si Fulan’ dan saya mendengar namamu disebut. Apakah sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)?” Pemilik kebun itu berkata, “Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menerangkan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan di jalan Allah SWT, sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk keperluan saya dan keluarga saya dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk keperluan kebun ini”. (HR. Muslim)
Abu Hurairah R.A, Nabi SAW bersabda : “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau saw. menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala”. (Muttafaq ‘alaih)
Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
Uqbah bin Harits R.A, ia berkata : “Saya pernah shalat Ashar di belakang Nabi SAW di Madinah Munawwarah. Setelah salam, beliau berdiri dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang, kemudian beliau masuk ke kamar salah seorang istri beliau, sehingga orang-orang terkejut melihat perilaku beliau ‘SAW’. Ketika Rasulullah SAW keluar, beliau merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda : ‘Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas tersebut masih ada padaku sehingga menjadi penghalang bagiku ketika aku ditanya pada hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku memerintahkan agar emas itu segera dibagi-bagikan”. (HR. Bukhari)

Allah SWT berfirman (di dalam hadits Qudsi) : “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu”. (HR. Muslim)
Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)
Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani)
Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi SAW menjawab : “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh”. Mereka bertanya lagi, Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab : “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab : “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab : “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu”. Kemudian nabi SAW membaca firman Allah Surat Ali Imran ayat 180 : “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka, Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi”. (HR. Bukhari)
Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya : “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab : “Seorang memiliki (hanya) dua dirham, Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya”. (HR. An-Nasaa’i)
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
Abu Dzar R.A, berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah SAW berkata : “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi SAW lalu berkata : “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh”. Para sahabat lalu bertanya : “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab : “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala”. (HR. Muslim)
Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)
Abu Hurairah R.A, berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Seorang laki-laki dari Bani Israil telah berkata : ‘Saya akan bersedekah’ Maka pada malam hari ia keluar untuk bersedekah dan ia telah menyedekahkannya (tanpa sepengetahuannya) ke tangan seorang pencuri. Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan peristiwa itu, yakni ada seseorang yang menyedekahkan hartanya kepada seorang pencuri. Maka orang yang bersedekah itu berkata : “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah jatuh ke tangan seorang pencuri” Kemudian ia berkeinginan untuk bersedekah sekali lagi. Kemudian ia bersedekah secara diam-diam dan ternyata sedekahnya jatuh ke tangan seorang wanita (ia beranggapan bahwa seorang wanita tidaklah mungkin menjadi seorang pencuri). Pada keesokan paginya, orang-orang kembali membicarakan peristiwa semalam, bahwa ada seseorang yang bersedekah kepada seorang pelacur. Orang yang memberi sedekah tersebut berkata : “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah sampai ke tangan seorang pezina”. Pada malam ketiga, ia keluar untuk bersedekah secara diam-diam, akan tetapi sedekahnya sampai ke tangan orang kaya. Pada keesokan paginya, orang-orang berkata bahwa seseorang telah bersedekah kepada seorang kaya. Orang yang telah memberi sedekah itu berkata : “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedekah saya telah sampai kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya”. Pada malam berikutnya, ia bermimpi bahwa sedekahnya telah dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam mimpinya, ia telah diberitahu bahwa wanita yang menerima sedekahnya tersebut adalah seorang pelacur dan ia melakukan perbuatan yang keji karena kemiskinannya. Akan tetapi, setelah menerima sedekah tersebut, ia berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang kedua adalah orang yang mencuri karena kemiskinannya, Setelah menerima sedekah tersebut, pencuri tersebut berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang ketiga adalah orang yang kaya, tetapi ia tidak pernah bersedekah. Dengan menerima sedekah tersebut, ia telah mendapat pelajaran dan telah timbul perasaan di dalam hatinya bahwa dirinya lebih kaya daripada orang yang memberikan sedekah tersebut. Ia berniat ingin memberikan sedekah lebih banyak dari sedekah yang baru saja ia terima. Kemudian, orang kaya itu mendapat taufik untuk bersedekah”. (Kanzul-‘Ummâl)

Menghindarkan anak menjadi durhaka

​kita semua ingin anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada kedua orang tuanya.
Ketika anak berperilaku tidak baik pada orangtuanya, seringkali anaklah yang sering disalahkan. Ya, secara kasat mata, memang anak itulah yang berbuat durhaka pada orangtua. Tapi, jika kita melihat apa penyebabnya, maka salah satunya berasal dari orangtua itu sendiri. Bagaimana bisa?
Tentunya setiap orangtua menginginkan memiliki anak yang berbakti kepada orangtua dan juga sholeh serta sholehah. Harus disadari bahwa orangtualah yang memiliki pengaruh besar kepada sikap anak-anak mereka. Karena itu, tabiat yang buruk pada anak bisa jadi disebabkan oleh didikan orangtua yang salah.
Sebagai contoh, salah satu sikap yang dapat menjadikan anak durhaka adalah sikap orangtua yang tidak adil terhadap anak dan hal ini harus dihindari, mengapa? Karena sikap pilih kasih dari orangtua terhadap anak bisa menyebabkan si anak merasa dengki, iri hati, benci, dan permusuhan di antara anak-anak sendiri. Jika hal tersebut terus dilakukan atau berlarut-larut, maka nanti ke depannya akan mengakibatkan pemutusan hubungan keluarga dan anak menjadi durhaka.
Mengenai sikap yang adil dan tidak pilih kasih terhadap anak-anak, padahal juga sudah diingatkan oleh Rasululah ﷺ dalam HR. Muslim kitab al-Hibah 13. Dimana Rasulullah mengingatkan umatnya untuk takut terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berbuat adil terhadap anak-anak. Bahkan betapa pentingnya sikap adil orangtua kepada anak-anak hingga Rasulullah sendiri sampai mengulangi perkataannya tersebut sampai tiga kali agar tentu kita semakin paham dan mengerti.
Beliau bersabda yang ditulis di dalam hadis sampai mengucap tiga kali agar kita harus adil terhadap anak. Imam Nawawi juga mendukung perkataan Rasulullah dengan mengatakan bahwa anak-anak sudah selayaknya mendapatkan pemberian yang sama dan tidak boleh dilebihkan serta disamakan (pemberian) baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.
Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan orang tua kepada anak-anaknya.
Pertama, jangan memaki dan menghina anak
Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk.
Kedua, mendoakan keburukan bagi si anak
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tsalatsatu da’awaatin mustajaabaatun: da’watu al-muzhluumi, da’watu al-musaafiri, da’watu waalidin ‘ala walidihi; Ada tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua atas anaknya.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1828)
Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya.
Duh, jangan sampai ya Bunda.. semarah apa pun dengan tingkah anak, tetaplah doakan kebaikan bagi anak-anak kita. Bersabarlah. Tahan lisan, karena lisan adalah senjata yang bisa berbahaya untuk anak-anak kita.
Ketiga, tidak memberi pendidikan kepada anak
Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang telah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.”
Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya.
Ketahuilah, tidak ada pemberian yang baik dari orang tua kepada anaknya, selain memberi pendidikan yang baik. Begitu hadits dari Ayyub bin Musa yang berasal dari ayahnya dan ayahnya mendapat dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tak ada yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya melebihi adab yang baik.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1875. Tirmidzi berkata, “Ini hadits mursal.”)
Semoga kita semua dihindarkan dari sikap buruk terhadap anak-anak kita. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita agar bisa mendidik anak dengan baik, dan anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sholeh dan berbakti. Amiin.

8 surat dalam alquran untuk ibu hamil

​Surah Al Fatihah

Al Fatihah adalah surah yang diturunkan di Mekkah terdiri dari 7 ayat. Surah ini jika diamalkan oleh seorang ibu yang sedang mengandung maka ia memiliki keutamaan sebagai penerang hati dan daya ingat yang kuat bagi bayi yang sedang dikandung. Dalam surah Al Fatihah terdapat ayat yang artinya: “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (Al fatihah ayat ke 5). Pada ayat ini  jelas bahwa hanya Allah lah tempat meminta pertolongan, maka jika seorang ibu ingin anaknya senantiasa ditolong oleh Allah, disarankan untuk mengamalkan surah Al Fatihah selama mengandung.
Surah Luqman

Surah Luqman adalah surah ke 31 yang tergolong pada surah Makkiyah terdiri dari 34 ayat yang bercerita tentang bagaimana luqman mendidik anaknya. Pada surah ini digambarkan dengan jelas bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua sebagai mana yang terdapat pada salah satu ayat tersebut yang artinya “Wahai putraku, sesungguhnya sekalipun terdapat (kebaikan) seberat biji sawi yang berada di dalam batu atau di langit atau di bumi, Allah akan menghadirkannya. sesungguhnya Allah Maha Teliti, Maha Memahami. wahai putraku, dirikanlah shalat dan tekunilah kebaikan dan hindarilah kejahatan serta bersabarlah (tenang) terhadap yang menimpa dirimu, sesungguhnya yang demikian termasuk hal-hal yang diharuskan. dan jangan memalingkan wajahmu terhadap manusia dan jangan berlaku sembarangan di bumi. sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang congkak, berkeras diri. dan berjalanlah secara berhati-hati dan rendahkan suaramu. sesungguhnya suara paling kasar adalah suara keledai. (Ayat:12-19).

 Maka penting bagi para ibu untuk membaca surah ini, insha Allah bayi yang akan lahir kelak memiliki akal dan jiwa yang cerdik pandai. 
Surah Al Hujurat

Surah Al Hujurat terdiri dari 18 ayat dan merupakan surah ke 49 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong dalam surah Madaniya maksudnya diturunkan di Madinah. Keutamaan surah ini adalah jika diamalkan oleh ibu yang sedang mengandung, Insha Allah akan lahir bayi yang memiliki sifat berhati-hati dan tidak ceroboh. Selain itu dapat juga menambah air susu ibu. Karena setelah mengandung hal kedua yang diinginkan oleh seorang ibu adalah dapat memberi ASI sebagai makanan terbaik bagi bayi.
Surah An Nahl

Surah An Nahl artinya lebah. Sebagaimana hidup lebah yang sangat disiplin mulai dari membuat sarang atau tebuan hingga mencari makan bersama-sama hingga menghasilkan madu yang berguna bagi kesehatan manusia. Belajar dari tata cara hidup lebah yang disiplin maka tidak salah jika surah ini dijadikan amalan ketika mengandung agar anak yang dilahirkan kelak memiliki jiwa disiplin dalam melakukan kebaikan dan berguna bagi orang lain.
Surah At Taubah

Seorang ibu yang membacakan surah At Taubah ketika mengandung Insha Allah akan dikaruniai anak yang dapat memelihara diri dari maksiat. Sesuai dengan arti dari At Taubah yaitu pengampunan. Maksudnya adalah sebagai seorang manusia hendaknya sadar bahwa segala kesalahan yang terjadi dalam hidup adalah karena ulah manusia itu sendiri dan Allah selalu membuka pintu pengampunan bagi mereka yang mau bertaubat.
Surah Maryam

Dilihat dari kisah Maryam yang mengandung anak tanpa memiliki suami dan tidak pernah melalukan hubungan suami istri tentu tidaklah mudah menjalaninya. Ketika itu Maryam yang mengasingkan diri karena dicerca oleh masyarakat memilih untuk meminta pertolongan hanya kepada Allah. Maryam meminta agar ketika bersalin ia memperoleh kemudahan dan melahirkan anak yang soleh jika ia laki-laki dan sholehah jika ia perempuan. Dengan izin Allah maka lahirnya Isa yang menjadi nabi dan rasul. Kisah ini dapat meninspirasi kita bahwa jika ingin memperoleh kemudahan saat melahirkan dan mendapat anak yang sholeh hendaknya membaca surah Maryam pada masa kehamilan.
Surah Yusuf

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Nabi Yusuf adalah nabi yang paling elok paras rupanya. Nabi Yusuf sampai dicelakai oleh kakak-kakaknya karena merasa iri dengan ketampanan dan kecerdasan yang diperolehnya dengan izin Allah. Ketika seorang ibu mengandung tentu menginginkan semua yang baik bagi bayinya termasuk paras yang cantik atau tampan. Allah memilih surah Yusuf untuk diamalkan oleh calon ibu agar mendapat anak yang sesuai dengan keinginannya.
Surah Yasin

Jika seorang ibu menginginkan anaknya memiliki ketenangan hati dan jauh dari godaan setan, maka baik kiranya sering-sering membaca surah Yasin ketika dalam masa mengandung. Surah Yasin memiliki berbagai keutamaan yang salah satunya adalah menjauhkan seseorang dari godaan setan. Selain itu surah Yasin juga banyak diamalkan untuk kehidupan sehari-hari misalnya, ketika masuk rumah baru, shotal hajat dan sebagai bacaan selepas sholat.
Selain membaca surah-surah di atas, baik kiranya jika diiringi dengan kumpulan do’a-do’a untuk mempermudah proses kelahiran dan diberi pertolongan oleh Allah dalam mendidik anak. Karena dalam hidup hendaknya kita tidak jauh dari do’a, bahkan menurut sebagian ulama mengatakan ucapan kita sehari-hari juga adalah do’a. Maka penting bagi seorang ibu untuk menjaga lisannya dari perkataan yang buruk dan menggantinya dengan membaca Al Qur’an serta do’a yang baik untuk calon buah hati. Insha Allah.